SUZUKI

0813 3131 3339 (WA)
0877 8631 3339

BBM: 54FC6826

Berita

Mencoba Suzuki SX4 S-Cross A/T di Indonesia

Suzuki SX4 S-Cross akhirnya benar-benar mengaspal di Indonesia. Mampukah mobil yang menjadi penerus dari Suzuki SX4 ini bertarung di persaingan panas Compact SUV? Auto Bild mencoba Suzuki SX4 S-Cross A/T di Indonesia.

Saat pertama kali muncul pada tahun 2007, SX4 adalah mobil yang sangat menarik berkat formatnya sebagai paduan harchback dengan SUV.

Kami memasukkannya dalam genre SUV, meski tak sedikit yang menyebutnya crossover karena memiliki handling dan desain cantik ala hatchback, dengan ground clearance tinggi hingga membuatnya fleksibel di beragam medan.

Begitu terang pesona SX4 kala itu bahkan sampai membuatnya menyabet titel Car of The Year dalam Auto Bild Award 2008.

Kini SX4 telah terlahir kembali dalam wujud SX4 S-Cross. Tampangnya masih khas dengan bentuk ala hatchback lima pintu dalam diri SUV. Ia memadukan karakteristik sporti di diri Swift dan kesan tangguh Suzuki Vitara yang masuk ke segmen SUV.

Dibanding pendahulunya, SX4 S-Cross tampil lebih besar. Panjang S-Cross kini melar jadi 4,3 meter, lebar 1,7 meter, dan tinggi 1,5 meter. Kami pun sempat skeptis dengan perkembangan ini karena tubuh gambotnya itu berpotensi mengurangi kelincahan.



Tapi tanpa harus menduga, kami penasaran untuk langsung berada di balik kemudi mobil ini. Masuk ke dalam kabin, kami disambut jok fabrik yang cukup empuk.

Hal pertama yang kami apresiasi, ialah posisi dasbor yang cenderung melandai sehingga kami mendapatkan ruang pandang yang semakin jelas. Pun dengan ruang kaki dan kepala yang cukup leluasa.

Raungan mesin 1.491 cc 4 silinder masih sedikit menembus kabin begitu engine start kami tekan. Namun itu bisa ditolerir karena mesin berkode M15A ini adalah mesin ‘bandel’ pertama yang dibuat Suzuki menggunakan teknologi Variable Valve Timing (VVT).

Ketangguhannya bahkan sudah teruji di beberapa model Suzuki lain seperti di Baleno Next G maupun di Suzuki Aerio.

Mesin ini menyimpan tenaga sebesar 107 dk dan torsi 138 Nm di 4.400 rpm. Ia terhubung dengan transmisi otomatis 6 percepatan.

Saat kami injak pedal gas, terasa jika reaksi mesin S-Cross tidak meledakledak. Agak datar di putaran bawah, namun semakin responsif di putaran menengah hingga atas.

Hal ini didukung dengan bobot setir yang pas. Ia tidak terlalu ringan dan juga tidak berat sehingga memberikan kendali yang cukup riil.

Kami juga mengapresiasi kinerja gerak roda depan S-Cross. Terasa betul jika penyaluran tenaganya yang halus dan stabil. Pengemudi pun bisa lebih yakin menginjak pedal gas karena penghantaran tenaga lebih terprediksi.

Di kecepatan yang lebih tinggi, agak sulit bagi SX4 S-Cross memberikan ketajaman handling yang sempurna. Masih cukup terasa body roll saat mobil melaju kencang di tikungan.

Tapi itu dibalas SX4 SCross dengan kenyamanan istimewa. Aplikasi suspensi independen pada roda belakang membuat karakter bantingannya cukup empuk meredam guncangan. Keasyikan berlanjut karena Suzuki menyematkan paddle-shift di kemudi SX4 S-Cross.

Sayangnya lagi, untuk sebuah SUV, ground clearance SX4 S-Cross hanya 180 mm. Lebih pendek 5 mm dari HR-V. Hal ini tentu jadi sedikit hambatan saat menerjang permukaan jalan yang berbatu dan sedikit curam.

Asyiknya SX4 S-Cross menyiasatinya dengan mengaplikasi ban semi offroad dengan daya cengkeram lebih kuat di permukaan kasar seperti tanah hingga berbatu.

Soal fitur? S-Cross layak berbangga karena memiliki cruise control, keyless entry, rain sensor, lampu LED dan HID, immobilizer dan tentu saja paddle-shift.

Walau agak terlambat untuk kembali bertempur di segmen Compact SUV, namun ketangguhan SCross, kaya fitur, dengan harga jualnya yang menarik bisa menjadi ancaman bagi petarung lain di kelas SUV kompak.

Hadirnya SX4 S-Cross sekaligus menjadi peringatan bagi Honda HR-V, Daihatsu Terios, Toyota Rush, Chevrolet Trax, Renault Duster, dan Nissan Juke untuk eskalasi persaingan Compact SUV.